Kebahagiaan merupakan hal yang paling utama dalam hidup. Banyak orang yang hidup dalam kemewahan namun tidak merasakan bahagia. Sebaliknya tidak sedikit orang yang merasa hidup dalam kekurangan secara materi, namun mereka sangat bahagia terhadap apa yang dimiliki. Bahagia itu tidak harus diukur dengan materi, karena bahagia bisa dirasakan oleh mereka yang memelihara cinta dalam hatinya. Cinta tersebut yang membuat orang yang hidup dalam kekurangan menjadi kaya. Menikah merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kebahagiaan dari cinta. Menikah dengan orang yang dicintai merupakan keinginan setiap orang. Oleh karena itu, dalam membina sebuah hubungan rumah tangga, cinta merupakan hal yang sangat diperlukan.

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa menikah harus didasari oleh rasa cinta terhadap pasangannya dan cinta itu tidak bisa dipaksakan. Karena dengan cinta apapun kesulitan akan dengan mudah dihadapi. Dalam hubungan rumah tangga yang tidak dilandasi rasa cinta, maka kehidupan rumah tangganya akan terasa hambar. Selain itu, pernikahan yang tidak dilandasi cinta akan mudah terjadi pertengkaran dalam kehidupan rumah tangganya. Hal ini disebabkan karena menikah merupakan menyatukan dua orang yang berbeda.

menikah tanpa cinta bisakah bahagia

Namun, tidak semua orang menilai pernikahan yang tanpa didasari rasa cinta akan mudah terjadi perselisihan. Karena ada sebagian orang yang memilih tetap menikah meski tidak ada rasa cinta terhadap orang yang akan menjadi pasangannya tersebut. Hal ini bisa saja terjadi karena berbagai alasan, misalnya karena cinta itu sederhana tidak harus dibikin ribet, karena dijodohkan, faktor ekonomi, bahkan faktor pendidikan yang sering kali dijadikan sebagai alasan untuk menikah dengan orang yang tidak dicintai atau bahkan belum dikenal sebelumnya. Lalu, menikah tanpa cinta bisakah bahagia?

Tidak semua pernikahan yang tidak didasari rasa cinta harus berakhir di tengah jalan. Buktinya banyak hubungan rumah tangga yang terus berlanjut bahkan akhirnya keduanya memiliki rasa cinta. Dan banyak juga yang beranggapan bahwa cinta akan datang seiring berjalannya waktu. Mereka yang menikah tanpa didasari rasa cinta membuktikan bahwa mereka bisa bahagia meski menikah dengan orang yang tidak dicintai. Sehingga anggapan menikah dengan tidak ada rasa cinta akan membuat pasangan tersebut menderita tidak sepenuhnya benar.

Menikah dengan tidak dilandasi rasa cinta tentu saja berpeluang menjadi keluarga yang bahagia. Karena mereka percaya cinta akan tumbuh karena intensitas pertemuan, dan interaksi secara terus menerus. Sehingga suatu pernikahan tanpa cinta bisa saja tetap bahagia. Karena seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, cinta bisa tumbuh karena terbiasa bertemu dan seringnya berinteraksi. Seperti pribahasa dalam bahasa jawa, yaitu witing tresno jalaran soko kulino yang memiliki arti cinta tumbuh karena terbiasa. Namun sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, Anda harus pertimbangkannya dengan baik agar tidak menyesal nantinya, karena pernikahan hanya akan dijalani satu kali seumur hidup.