Orang yang memiliki banyak uang, ternyata kehidupannya bisa hampa tanpa arah karena tidak bisa menemukan cinta sejati yang didambakannya. Sebaliknya, orang yang secara ekonomi pas pasan namun ternyata kehidupannya bisa lebih bahagia hanya karena dia memiliki cinta sejati yang setia menemaninya setiap saat.

Bisakah uang membeli cinta? Tidak ada jawaban sederhana yang bisa diungkapkan. Bagi yang menganggap bahwa cinta itu masalah perasaan, maka tentu saja perasaan tidak akan bisa dibeli atau ditawar. Namun bila kamu anggap bahwa cinta itu adalah sesuatu yang komersial maka tentunya secara tidak langsung cinta bisa ditawar dan lalu dibeli. Mana dong yang benar?

uang tidak bisa membeli cinta

Kita tidak bisa memungkiri bahwa ternyata Cinta itu Mahal, untuk mendapatkan seseorang yang kita cintai ternyata perlu pengorbanan yang banyak mulai dari meluangkan waktu, biaya untuk berlibur, makan-makan, sampai sekedar untuk memberikannya sebuah kado di saat merayakan hari spesial semisal Valentine Day, aniversary jadian dan merayakan ulang tahunnya. Apabila cinta memang mahal, berarti butuh uang untuk mendapatkan, itu sama artinya dengan cinta itu bisa dibeli dengan uang, benar?

Tapi bagi sebagian orang Cinta itu Sederhana, kita bisa membuat sang pacar dengan cara yang sederhana semisal cuma dengan cara memberikannya perhatian setiap hari. Tidak perlu membelikannya intan permata yang mahal, tidak harus memberikannya kado mewah yang megah berharga ratusan juta. Nah, lho jadi sebenarnya cinta itu bisa dibeli atau tidak sih?

Ketika seseorang jatuh cinta mungkin saja uang tidak memiliki peranan yang besar, karena cinta bisa datang tanpa alasan namun ketika kita menjalin sebuah hubungan romantis dan kita tidak memiliki uang untuk sekedar memenuhi kebutuhan pokok maka sebuah hubungan bisa dalam resiko serius bahkan bisa mengakibatkan berakhirnya sebuah hubungan. Uang memang tidak bisa membeli cinta, namun dengan uang kita bisa meningkatkan kemungkinan akan hadirnya cinta.